Cinta tak terbalas, Segenggam malu
kini kurasa cintaku tak terbalas , meskipun tak terbalas bagiku cinta akan
menemukan jalan sendiri dan akan menemukan jalan keluar. Cinta yang terkunci
didalam lubuk hati mungkin tidak bisa menemukan jalan keluar, meskipun aku
orang yang memulai tanpa mengetahui sesuatu , jika suatu hari dia meninggalkan
pandanganku, inilah cinta yang akan berakhir sia-sia yang pernah memiliki
tujuan, tidak pernah bahkan memiliki kesempatan untuk tunas menjadi bunga
mekar. Cinta yang tak pernah bisa berubah seperti benih yang tak terlupakan itu
merupakan cinta tak terbalas.( potongan kata kata
park shin hye di drama korea Flower Boy next door episode 1)
Potongan sajak ini menurutku hampir sama persis
dengan kehidupanku tetapi cintaku sebenernya bukan tak terbalas melainkan tak
tersampaikan. Aku mengetahui sajak ini dari salah satu penulis rubrik resensi
drama di majalah. Aku adalah Rachel mahasiswa magang yang bekerja di salah satu
majalah terkemuka dikota Bandung bagian editor. Pekerjaan ku selain sibuk
dengan dunia majalah aku juga sama seperti mahasiswa lainya bergelut dengan
dunia mahasiswa yang begitu ribet.
Dandanan yang cuek dan tidak memperhatikan apa-apa
menjadi cirri khas ku saat ini. Aku orangnya simple dan tidak ribet sama seperti
kebanyakan cewe lainnya. Pernah suatu ketika aku dibelikan satu set perlatan
kecantikan oleh ibuku yang hanya aku pake satu kali. Itu pun terpaksa karena
aku menghagai ibuku. Tentunya hal itu tidak membuat aku nyaman dan sesegera
menghapusnya ketika ibuku tidak ada.
Aku selalu dinasehati oleh ibuku karena sudah hampir
6 semester aku kuliah dan danan aku seperti itu itu saja dengan mengunakan tas
gendong dan tanpa meke up. berbeda dengan cewe lain yang begitu angun dan
menor. Ibuku pernah marah ketika ia melihat lipgloss aku yang masih tetep awet.
“ aduh Rachel Rachel, lihat lipgloss ini masih saja
awet padahal ibu beli ini sudah hampir 1 tahun lamanya padahal rencananya ibu
mau beliin lagi yang baru buat mu hari ini. Ibu pusing harus berbuat apa” kata ibu ku geram
Mendengar hal itu aku hanya diam saja dan membalas
kata-kata ibu tadi dengan senyuman. Ibuku orangnya cerewet kalau soal
penampilan apalagi soal kecantikan apalagi kalau soal kebersihan dia paling juara.
Hampir setiap bulan ia selalu mengingatkan ku untuk membeli peralatan
kecantikan mulai dari sabun cuci , sabun muka, bedak dan lain sebagainya. Bahkan
aku selalu dikirim barang barang tersebut karena ibuku tahu walaupun suka
diingatkan aku jarang membelinya.Bukannya jorok tetapi aku tidak suka dengan
hal hal itu dan aku suka dengan wajahku tanpa balutan apapun.
****
Aku mencintai seseorang dan memendam perasaan selama
4 tahun. Kelihatan bodoh memang tetapi aku tipikal cewe yang cuek dan paling ga
suka kegatelan sama cowo lain. Aku mengenal alif dari Dita sejak SMA dia teman
lesan aku di Bogor. Meski tak pernah sesekolah bahkan tidak begitu mengenalnya
apalagi dekat dengannya tetapi perasaan ini datang tiba-tiba pada dirinya.
Begitu banyak saingan yang aku dapatkan ketika aku
mencintainya. Alif memiliki banyak fans karena dia merupakan salah satu basis
band disekolahnya. Selain dandanan yang cuek dan gaya cool yang mengikat sifat
ramah tamahnya lah yang membuat dia banyak penggemar.
Aku mencintai alif tanpa sepengetahuannya. Aku tidak
pernah mengungkapkan kata cinta bahkan sayang kepada dirinya selama 4 tahun ini.
Hal terbodoh yang pernah aku lakukan ketika aku mengirimkan foto masa masa SMP
dia dengan bandnya lewat twitter. Aku menyimpan foto itu sejak SMP bahkan
mencetaknya berulang ulang dan bahkan fotonya disimpan didompetku saking aku
mencintai dia.
“ Ini foto lo kan @alifhadi “ mention aku ke alif
Tidak lama aku menulis itu, alif pun membalas
“ iya lo ko tahu, foto ini zaman dulu banget gue aja
ga punya”
Seketika aku terdiam dan tidak tahu mau membalas
apalagi.
“ ini zaman SMP waktu perpisahan” balas aku
Alif tidak membalas lagi mentionnya tidak tahu
kenapa tetapi aku bahagia karena jikalau dia membalas aku tak tahu akan
membalasnya apalagi. Sejak kejadian ini aku tidak pernah lagi membuka
twitternya dan mengunfollownya. karena jikalau aku tidak meunfollownya mungkin
aku akan semakin tersiksa dengan melihat terus updatetannya tiap hari apalagi
kalau dia sedang asyik dengan pacarnya yang cantik.
Salah satu orang yang mengetahui tentang perasaan
aku ini adalah Dita. Selain dia merupakan sahabat karibku dia juga orang yang
paling mengerti aku. Dia selalu memberikan masukan masukan yang amat membangun
diriku dan membuat aku nyaman.
Sangat bohong sekali jikalau aku tidak pernah
mencintai pria lain selain alif. Pernah selama kelas 2 SMA aku mencintai pria
di sekolah aku. Sampai suatu ketia cowo itu nembak tetapi seketika aku
menolaknya. Kelihatan bodoh memang kenapa aku menolak cowo yang aku sukai
kemudian pada saat dia mau menjadi pacar aku, aku malah menolaknya.
Tentu saja hal ini membuat Dita shock dan
bertanya-tanya kenapa dia menolak pria yang dia cintai. Aku menjelaskan pada
dirinya .
“ aku memang mencintai dirinya bukan berarti aku
membuka hati kepada dirinya. Hati aku hanya milik alif dan tidak bisa berubah”
Dita terdiam lalu mengatakan
“ ini adalah hal yang menurutku sesuatu hal yang
paling bodoh aku temui, tetapi jika kamu nyaman dengan perasaan itu apa boleh
buat. Kayaknya aku harus bener bener ngomong sama alif tentang perasaan kamu “
sembari geleng-geleng kepala.
“ jangan mengatakan apapun kepada alif, lihat posisi
dia. Dia telah memiliki pacar. Biarlah suatu saat nanti aku yang akan
mengatakan perasaan ini padanya”
Ditapun tidak mengatakan apaapa dan tak tahu harus
berkata apa dengan pendirian ku yang seperti ini.
****
Pernah suatu
ketika aku mengikuti SNMPTN di kota ku. Disaat orang lain mengharapkan
soal-soal SNMPTN dapat dijawab mereka dengan mudah aku malah mengharapkan
semoga saja alif tidak sekelas dengan
aku. Tetapi yang diatas berkata lain.
Ternyata alif sekelas dengan ku. Dia duduk didepan
dan aku dibelakang dan sempat canggung bahkan salah tingkah. Begitu bodohnya
diriku saat itu dan tidak tahu apa yang direncanakan tuhan sejak itu.
Setelah pengisian soal-soal SNPTN aku pun diam dan
menunggu alif keluar terlebih dahulu. Waktu pun habis ia keluar dan akupun
keluar dan sesegera menghampiuri Dita dan menceritakan soal kejadian barusan
diruangan kelas.
Ketika aku sedang asyik mengobrol dengan Dita. Terlihat
sesok pria bergerombolan menghampiri. Ya , itu Alif dengan teman-teman bandnya
tanpa aku dan Dita ketahui dia ternyata menghampiri kami berdua.
“ eh dita kamu ikutan SNMPTN juga ? , kalo ga salah
kamu Rachel kan“ Tanya alif sembari menujuk melihat kearah aku
Saat alif mengatakan begitu seketika aku mati kutu
dan tidak tahu harus mengatakan apa yang pasti aku bahagia ternyata dia masih
mengenal diriku.
Tidak tahu kebetulan atau ada rahasia yang diberikan
oleh yang diatas yang dilakukan Nya kepada aku saat SNMPTN itu. Tetapi saat itu
juga kebahagian aku muncul lagi cinta yang selama aku harapkan kini muncul
lagi. Apalagi saat dengar ia masih memakai nomor handphonenya yang dulu aku
sampai girang dan ketawa ketiwi sendiri dikamar.
Haripun berlalu, dan saatnya pengumunan SNMPTN orang
orang mulai merasa gelisah pada saat itu tergambar saat menunggu namanya
terlihat dipapan pengumuman itu. Aku dan Dita menyelundup memasuki kerumunan
itu dan tiba-tiba pada saat kami mulai mendekat papan pengumuman itu kami
menabrak orang. Orang itu ternyata Alif lagi dan aku mulai salah tingkah lagi.
“ Aaa Alif “ kataku gugup
“eh Rachel, aku ga masuk eung kamu gimana hasilnya “ Tanya Alif sembari
kecewa melihat dipapan pengumuman tidak ada namanya.
“belum liat, ini makanya nyelundup masuk “ kata ku
grogi
Aku mulai mencari nama aku dan Dita dipapan
pengumuman. Dengan porsi tinggi badan yang begitu kecil aku berjinjit mulai
mencari nama dipapan pengumuman itu dan hasilnya nol besar aku dan Dita
sama-sama tidak masuk ke dalam perguruan tinggi yang kami mau. Aku sesegera
keluar dan ternyata disana masih ada Alif. Alif menghampiri aku dan Dita.
“gimana lulus? “ tanya Alif
“ engga masuk paling aku mencoba test tulis lagi
ntar diperguruan lain kalau kamu gimana lif ? “ jawab Dita
Aku malah diam dan seperti biasa mati gaya
“ga tahu mau kemana masih nyari perguruan yang pas
buat aku, oh iya hampir lupa sekarang aku sudah pindah rumah di jakarta karena
tugas ayahku dipindah ke jakarta kalo ntar ada kumpulan anak-anak les kasih
tahu ya yang lain hhe” arif tertawa dengan manis
“oh iya sip pasti akan aku kabari ya”
Disaat
kami bertiga mengobrol. Cewe cantik tinggi berambut panjang datang menghampiri
kehadapan kami.
“lif
ayo pulang” ujar cewe itu
“bentar
kenalin dulu ini temen lesan aku. Yang ini Dita yang ini Rachel”
“oliv
salam kenal”
“
aku pergi duluan ya, jangan lupa salam aku kepada anak anak lesan oke”
Alif
pun pergi meninggalkan kami. Aku tahu dilihat dari penampilanya oliv itu adalah
temen dekatnya alif lebih tepatnya pacarnya. Tidak heran alif selalu
mendapatkan cewe yang setara dengan nya bukan karena dia pemilih tetapi yang
aku ketahui hampir semua pacarnya selalu begitu.
Aku
terdiam seketika
“
tuh kan lihat, jika kamu tidak sedikitpun memberi sinyal kepada alif bahwa kau
menyukainya lihat alif sudah mengandeng cewe barunya lagi. Gue bilang begini
karena sakit melihat teman seperti ini sedangkan aku tidak boleh melakukan hal
lain selain diam melihat kamu begitu dihadapan alif”. Dita menangis
“iya
gue tahu sikap gue salah ta saat ini, tapi apa daya aku tidak bisa melakukan
hal ini selain diam bungkam dan aku nyaman seperti ini kamu tidak perlu sakit
seperti ini hanya aku yang boleh merasakan ini”
Dita
pun pergi menginggalkan aku sendiri.
Hal
yang paling membuat aku sakit bukanlah dia mengandeng oliv atau cew manapun
dihadapan aku melainkan karena ia pindah rumah. Hal ini membuat jarak kita
semakin jauh apalagi untuk membuat dia tahu perasaan aku aku cinta dia.
****
Meski waktu datang dan berlalu
sampai kau tiada bertahan
Semua taakan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada direlungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau taakan terganti
(
lirik lagu Marchel Taakan terganti )
Hampir 2 minggu aku hilang contact dengan Dita sejak
kejadian waktu itu. Aku bingung, aku sudah mencoba menghubungi Dita tetapi dia
tidak menjawab ataupun membalas sms aku.
***
Kini saatnya test tulis, aku memilih Bandung untuk
perguruan tinggi tidak tahu kenapa padahal rumah ku lebih dekat ke Jakarta. Sempat
tidak diberi ijin oleh orang tua untuk kuliah dibandung tetapi karena aku
membujuk mereka sehingga aku dapat ijin untuk kuliah di Bandung meski tidak
tahu apakah aku diterima di perguruan ini atau tidak.
Aku memasuki ruangan test tulis ini dengan tidak
sengaja aku bertemu dengan Dita. Aku tersenyum kepadanya dan menghampirinya. Sebelum
pengawas masuk aku dan dita ngobrol di toilet. Saling menjelaskan hal hal tidak
enak yang kami jalani selama 2 minggu ini.Aku menangis dan Dita juga sama
menangis kami berpelukan dan saling memafkan.
Kamipun kembali keruangan kelas untuk test tulis
ini. Selama 160 menit kami menjawab soal soal yang tak tahu kami harus jawab
apa. Setelah selesai kamipun keluar bersama. Tertawa melihat keadaan sekitar
seakan akan tidak terjadi apa-apa selama 2 minggu ini.
Aku melihat-lihat sekitar. Mataku tertuju pada sesosok
pria dengan motor merah yang gede itu dari kejauhan. Tanpa sengaja aku dan Dita
mulai mendekati cowo tersebut karena letak pintu keluar universitas ini dan
cowo tersebut tidak begitu jauh.
“ Dita itu Alif kan” Tanya ku spontan
“iya benar tak salah lagi dia Alif, ayo kita kesana
“
“ ayo kita pulang, aku ga mau menghampiri dia ayoo”
aku tergesa-gesa sembari menghentikan angkot.
Dita yang semangat saat itu seketika diam melihat
sifat aku barusan. Dia tidak membahas kejadian tadi.
“ dari sekian banyak universitas kenapa ya aku harus
ketemu dia disana apalagi dibandung. Padahal dia bilangkan dit dia pindah ke
Jakarta ? , kenapa dia ga kuliah disana saja kenapa memilih Bandung” tanyaku ke
dita
“mungkin bisa jadi takdir atau dia benar benar
belahan jiwa kamu, tidak mungkin kan
kejadian bertemu dengan sengaja itu adalah kebetulan ? apalagi ini adalah kali
ke 3 yah kalian bertemu ?”
“ ngawur lo dit , emang bertemu 3 kali bisa disebut
dengan belahan jiwa, kamu aja bertemu doddy hampir tiap hari secara kebetulan
buktinya lo ga jadian-jadian”
“mulai mulai mengalihkan pembicaraaan, ya sudah deh
kalo ga percaya”
****
Sudah 1 bulan lamanya hari-hari yang kami tunggu
telah tiba. Hari ini adalah pengumuman kelulusan mahasiswa baru. Aku dan Dita
tidak masuk kedalam perguruan favorit itu. Dita mulai iseng mencari nama Alif di
web universitas tersebut apakah dia masuk atau tidak ke universitas tersebut. Setelah
ia memasukan nama lengkap alif di keyword tak lama kemudian alif pun tidak
muncul didalam nama mahasiswa baru tersebut. Alhasil akupun kecewa karena tidak
salah satupun dari 3 nama kami muncul di dalam daftar mahasiswa baru perguruan
itu.
Aku mulai bingung mau kemana lagi melanjutkan kuliah
ini. Akan tetapi, berkat bantuan teman papa aku aku disuruh kuliah di
universitas islam negeri dibandung dan mengambil jurusan sastra dan diterima. Sedangkan
dita memutuskan untuk kuliah di Jakarta dengan mengambil jurusan keperawatan. Agak
berat memang kami berpisah tetapi karena jalan hidup kita berbeda apalah daya
manusia hanya mengambil konsekuensi dari pilihanya.Walaupun kami sudah tidak
satu perguruan tinggi kami selalu bertemu jikala musin liburan tiba.
Aku menemukan teman baru namanya kikan. Dia gendut
anak Jakarta dan adit salah satu teman komunitas aku di kampus universitas
islam ini. Aku berdua sekamar dengana kikan karena kikan pada saat itu belum
mengambil barang-barangnya yang dijakarta. Aku dekat dengan dita walaupun kami
berbeda jurusan.
Aku bertemu kikan pada saat daftar ulang di
universitas ini. Tanpa sengaja pertemuan pertama kami ini menghantarkan kami
pada pertemanan. Aku dekat dengan temannya kikan kikan punsebaliknya dekat
dengan teman-teman aku di kampus. Karena teman kikan selalu main ke kosan kita
dan temanku pun sama akhirnya kita saling mengenal teman satu sama lain.
Setelah hampir 1 semester kami
sekamar akhirnya kami memutuskan untuk pisah kamar. Bukan karena kami
bertengkar, melainkan karena kamar kami sempit jikalau teman kikan dan teman
aku main secara bersamaan di kosan.
Kikan telah mempunyai seorang pacar
namanya reza. Ia adalah kakak kelasnya. Selalu ada kejadian yang unik jikalau
mereka berdua bertengkar. Aku selalu menjadi penengah dari mereka. Sifat kikan
yang kekanak-kanakan begitu pula sifat kak reza yang sama yang selalu menjadi
permasalahan.
Pernah suatu ketika terjadi
pertengkaran hebat antara kikan dan reza. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku
saat itu langsung keluar dan berharap mereka baikan. Pada saat aku mau keluar
ditariknya tangan aku oleh reza dan diminta untuk member penjelasan kepada
kikan untuk masalahnya pada saat itu. Aku tidak mau tidak akhirnya menjelaskan
untuk membuat mereka baikan. Dengan berbicara panjang lebar akhirnya mereka
baikan.
Tidak sedikit kejadian yang mungkin
menurut aku tidak seberapa menjadi masalah bagi mereka berdua. Misalnya saja
masalah reza dekat sama temen cewe dikelasnya. Kikan selalu marah akan tetapi
apabila ia dekat dengan cowo lain reza tidak marah padanya.
Pernah kikan tidak membukakan pintu
kamar kostannya karena reza telat beberapa jam untuk makan siang karena ada
kumpulan kelompok KKM dan reza lupa mengabari kikan. Setelah 30 menitan kikan
tidak membukakan pintu, reza langsung kekamarku seperti biasa meminta bantuan
ku untuk ke kamar kikan. Meskipun aku tidak mau karena takut mencampuri urusan
mereka aku terpaksa kekamar kikan karena tidak enak melihar reza memelas minta
pertolonganku.
Akupun kekamar kikan dan mengetuk pintunya tidak
lama intan berteriak ada apa kepadaku. Dan aku menjawab mau mengambil flashdisk
karena kebetulan pas semalam ia minjem flashdisk kepadaku. Kikan pun keluar
saat ia keluar reza menerobos masuk dan aku kembali pergi tanpa flashdisk ku. Terlihat
reza dan kikan saling mendorong pintu kosannya yang menurutku kekanak-kanakan.
***
Aku tidak pernah pacaran sekalipun dalam hidupku. Meskipun
aku cewek. Ejekan bahkan candaan dari teman teman kuliah selalu saja datang
padaku tetapi aku cuek saja dan menghiraukannya. Seketika pernah suatu hari aku
marah pada kikan karena candaannya yang begitu menyebalkan. Bayangkan saja
disalah satu café yang begitu ramai banyak orang dia bilang “ payah lu hel, tampang
dan penampilan begitu sesempurna tetapi ga punya pacar lihat dong gue banyak
simpenan dimana-mana benerkan dit ” kata kikan teriak
Seketika aku melawan perkataan kikan “ bukan gue ga
laku, gue sering kok nolak cowo bukannya pamernya, sorry ajah kalo misalkan gue
pacaran kaya lo buat apa buang buang waktu” jawab aku sinis.
Kikan seketika diam dan langsung menjawab perkataaan
aku tadi “ iya elu sih hel ga bisa move on dari cowo itu coba lo buka hati ke
cowo lain masih banyak hal yang indah didunia ini selain alif”
“memangnya elu kan , membuka hati bagi aku bukan
perkara yang mudah tidak semudah membalikan telapak tangan, ya udah sekarang
jangan bahas gue jomblo jomblo masih banyak masalah lain ko kan tuh urusin cowo
lu si reza jangan hubungi gue terus kalo ada masalah dengan gue”
“udah udah gue paling benci kalo kalian sudah
berdebat masalah ini, kita seharusnya hafe fun disini bukan untuk debat oke”
potong adit.
Wajahku seketika cemberut dan marah kepada kikan,
kikan kemudian meminta maaf dan akupun memaafkanya.
****
Hari ini hari sabtu, kuliah libur seperti biasanya. Aku
kebetulan tidak pergi ke rumah untuk minggu ini karena malas. Saat aku membaca
novel tiba-tiba handphone ku berbunyi ada pesan dari kikan. Mengajakku untuk
ikut seminar VOA. Dengan tidak panjang lebar akhirnya aku menerima ajakan kikan
walaupun aku tahu resikonya nanti kalau tidak dijodoh jodohkan pasti anak
sastranya aku seorang hal itu sudah biasa terjadi.
Setelah mandi dan berpakaian rapi aku bertemu dengan
kikan ditempat yang ia janjikan. Terlihat wajah wajah yang tidak asing lagi
disana. Mereka teman-teman kikan yang siap berangkat menuju tempat seminar itu.
Pada saat mau berangkat mereka mendata terlebih
dahulu ada berapa orang dan ada berapa kendaraan pribadi/motor yang ada. Dan
hasilnya 5 orang tidak ada kendaraan yang mengharuskannya naik angkutan umum. Tadinya
aku mau naik angkutan umum karena takut merepotkan kikan. Tetapi karena kikan
memaksa akhirnya aku naik motor dengan helm yang dipinjamkan temennya kikan.
Aku dibonceng gilang. Kikan dibonceng reza dan 2
teman lainya kikan berboncengan. Pada saat perjalanan hujan melanda. Tentunya,
kami istirahat sejenak dan berharap hujan reda. Kami berhenti disalah satu
warung kaki lima dan meneduh. Disaat kami berhenti gilang terlihat membeli
sesuatu untuk dimakan. Kemudian kikan berkata.
“beliin Rachel juga dong, dia belum makan tuh dari
tadi”
“ Rachel mau” Tanya gilang
“ga usah gapaa’ jawabku sinis
Tidak tahu maksud apa yang dilakukan kikan kepada
gilang untuk memberikan makanan kepada ku yang pasti saat ini aku mulai tidak
enak dengan perlakuan dia lagi.
Setelah hujan agak reda kamipun kembali melanjutkan
perjalanan. Pada saat mulai menaiki motor gilang menawarkn jaketnya kepadaku
“ hel mau pake jaket”
“ga usah lang, aku tidak dingin kok “ jawab aku.
“ya udah deh gapapa” gilang sedikit kecewa karena
aku menolaknya.
Aku menolaknya bukan karena apa-apa karena aku takut
dia kedinginan dan jadi sakit dan aku pada saat itu telah memakai baju panjang
dan memang aku tidak merasa kedinginan. Perjalananpun kembali dilanjutkan. Ditengah
tengah perjalanan gilang berkata sesuatu yang aku dengar dan tanpa kesalahan
dia mengatakan “ tolong resletingkan jaketku” karena tidak begitu kedengaran
aku memajukan kepalaku ke pinggir kepalanya dan kembali bertanya “ apa lang?”
Gilang kembali mengatakan “ tolong resletingkan
jaketku”
Aku mulai berfikir dan tak tahu harus berbuat apa.
“susah lang, udah berhenti saja dulu ga bakalan
ketinggalam kok” kataku ngeles tanpa mencoba meresletingkan jaketnya karena
kalau misalkan aku meresletingkan jaketnya aku malu sama orang banyak ditempat
terbuka kaya gini.
Gilangpun berhenti dan menyeletingkan jaketnya. Seketika
dia kelihatan badmood dan aku jujur merasa canggung dan tak tahu harus berbuat
apa. Aku mulai berfikir kenapa aku tidak ikut naik angkutan umum atau diam saja
dikostan dan berharap hari ini cepat berlalu dan tak ada yang harus aku kenang.
Seusai beres seminar kamipun pergi. Pada saat
melihat gazibu terlihat ada sesuatu acara disana yang begitu ramai. Diperempatan
jalan gazibu kikan menyuruh kita berhenti untuk melihat acara tersebut. Kamipun
berhenti dan berkumpul sejenak di gazibu.
“sebenarnya aku kurang suka dengan tempat yang
banyak orang kaya gini “ ujar gilang
“ aku juga sama “ jawabku tak tahu harus jawab apa
cangung
“ mending kita pulang aja duluan gimana? Biar alu
yang ngomong sama mereka”
“ya sudah gapapa kok ayo aja”
Tak lama setelah itu gilang menghampiri kikan dan
teman temanya dan kamipun ijin pulang duluan.
“ jagain rachel ya lang ingat jangan diaapa apain”
ujar kikan
“ oke tenang rachel akan baik baik saja ditangan
sang jagoan” jawab gilang
“ duluan ya ketemu dikosan ya kan “
Kami berdua meninggalkan mereka. Disaat perjalanan
gilang menemukan toko buku dan kami berhenti karena dia ingin mencari buku. Aku
tidak bisa apa apa apalagi menolak karena pada saat itu aku yang dibonceng yang
telah merepotkannya yang hanya bisa mematuhi perkataanya.
Disaat ditoko buku kejadian yang memalukan datang
kembali. Aku sedang asyik melihat-lihat buku buku sastra di tempat sastra dan
gilang tak tahu kemana. Disaat aku pindah ke rak novel gilang menghampiri dan
aku bertanya
“ sudah ketemu bukunya ?”
“belum ini masih dicari oleh petugasnya, kamu sedang
nyari buku apa ?”
“ engga kok cuman baca baca aja dulu kalo ada yang
seru baru beli hee”
Karena aku gugup akupun pindah ke rak komik untuk
menghindari gilang dan tanpa aku ketahui gilangpun sama mengikutiku.
“kenapa ni orang mengikuti ku terus sih” ujarku
didalam hari
“ ya tuhan ayolah cepatlah hari ini berlalu “
Setelah hampir 30 menitan menghabiskan waktu di toko
buku dan gilang menemukan bukunya. Akhirnya kamipun pergi rencananya pergi
langsung kekosan tetapi diperjalanan kelihatannya belokan yang kami lewati
tetap itu itu saja dan melewati tunas kelapa lambang pramuka. Kami tersesat, tidak tahu tersesat beneran
atau tersesat direncanakan yang pasti karena hal ini aku jengkel sekali.
Kamipun memilih jalan lain dan sampai di flyover. Tiba-tiba
motor berhenti aku terkejut takut ada sesuatu.
“kenapa lang ?”
“tidak apa-apa, aku boleh ngomong gak?”
Seketika aku diam dan mengharapkan yang tidak-tidak
, membayangkan dia akan memohon dan mengatakan cintanya padaku.
“sebenarnya aku paling suka lo berfoto di flyover,
selain anglenya bagus ada nilai jual yang bagus kalo difoto disini”
“hah syukurlah dia tidak mengatakan apa yang aku
harapkan( didalam hati) , ohh begitu “
Gilang membuka tasnya dan mengambil kamera
digitalnya.
“ sini biar aku yang fotoin” kataku memelas dengan
cangung dan berharap segera berakhir
“ ga usah kamu diem saja dibelakang kita berfoto
berdua”
Dengan hati kesal karena keadaanku yang pada saat
itu kucel dan bukan aku banget harus difoto di flyover dengan dirinya. Tetapi
tuhan berkata lain. Disaat ia mulai mengambil gambar dengan tangan diatas dan
kami duduk berdua dimotor kamera digital itupun mati.
“ yiah ga jadi deh difotonya, batrennya habis karena
td dipake foto-foto di seminar. Hilang sudah kesempatan ku berpose di flyover ”
ujar gilang kecewa
Aku hanya diam dan dalam hati bersorak kegirangan. Kebayangkan
kalo misalkan tadi kamera gilang masih nyala. Mungkin sampai saat aku dewasa
nanti foto itu masih ada. Membayangkan muka kucel dan penampilan saat ini yang
tidak aku banget. Yang pasti aku sangat bersyukur sekali atas kejadian tadi
yang Tuhan berikan kepada saya.
Kamipun tiba dikostan dan saat dikosan ternyata
teman teman kami yang diam digazibu juga tiba. Kami datang bersamaan. Tiba-tiba
mereka menayakan dari mulai ngapain saja tadi dan mengapa pulangnya bisa
berbarengan seperti ini. Saya tidak banyak bicara karena sudah kelelahan yang
pasti pada saat itu gilang menjelaskan bahwa dia tersesat dan tidak menceritakan
kejadian konyol tadi diflyover.
***
Pagi cerah hati gelisah, aku mulai memikirkan
kembali wajah, prilaku alif yang selama ini puja. Ya aku sangat merindukan
sosoknya. Tanpa sengaja aku membuka kembali media social yaitu twitter walaupun
aku tidak memfollownya kembali aku seperti biasa stalking/kepoin dia. Sakit
memang tetapi melihat dirinya bahagia akupun bahagia.
Noah
hidup mati untukmu
Terdengar suara orang mengetuk pintu kamarku. Akupun
membukanya, ternyata itu Syifa teman sekelasku
“pasti lagi stalking si mr itu ya” tanyanya
‘iya begitu deh fa, eh iya gue mau Tanya kopo sama
cibiru sejalaur ga sih”
“ ya enggalah kopo kesono cibiru kesini ada apa
emang”
“berarti aku kemaren ngerepotin orang yah, kirain
kopo sama cibiru satu arah”
“ ciee yang lagi pedekate”
Akupun menceritakan panjang lebar kejadian yang aku alami
kepada syifa dan syifapun tertawa cekikikan melihat aku mengalami kejadian yang
paling konyol yang pernah aku jalani selama ini.
****
Seperti biasa setiap hari senin aku magang dimajalah
Top magazine sebagai editor. hari ini aku begitu sibuk berbeda dengan
biasanyanya. Dateline yang biasanya lancar kini ngaret. Mulai dari teks yang
hilang, Wartawan yang sakit yang tidak bisa mengirim berita dan berita yang
menurut aku basi dan juga berita yang tidak sesuai dengan edisi ini.
Aku harus bersikap layaknya profesional. Aku mulai
berdiskusi sama editor editor lain agar edisi ini tidak ngaret. Perdebatan
dimulai.
“pokoknya edisi ini harus terbit malam ini tidak
boleh ngaret, saya malu sama konsumen dan para pengiklan” ujar mba dian gelisah
“kalian dibayar disini untuk bekerja bukan
berleha-leha seperti ini” pa dion marah
“ saya akan melakukan sebaik-baiknya untuk edisi ini
bapa dan ibu tenang saja pokoknya edisi ini terbit malam ini pasti” kata Pa
dahlan meyakinkan
Setelah mereka berbicara panjang lebar. Bagian
divisi divisi mengeluarkan keluh kesahnya tentang edisi yang dihadapi. Divisi
satu tidak ada kesulitan begitupun dengan divisi lain sama tidak ada kesulitan.
Tetapi divisi editor mengalami banyak kesulitan dari mulai masalah kurang nya
komunikasi dan miss komunikasi antara divisin lain sehingga mengakibatkan edisi
minggu ini jadi hancur seperti ini.
Semua orang diam. Dan memikirkan jalan keluar yang
baik. Mba dian melihat hasil kerja selama seminggu ini.
“ Oke kita rombak abis edisi minggu ini. Masalah
pengiklan dan sponsosr bia mba hadapi kalian kerjakan apa yang ada tanpa
mengurangi isi dari edisi ini. Oke rachel denger-denger kamu kuliah jurusan
sastra ya ? kamu bikin cerpen yang sesuai dengan tema edisi kali ini dengan
nama pena orang lain dan cerpen ini kamu terbitin minggu depan, andi kamu pergi
ke toko etude dan bawa model untuk kembali foto dateline jam 5 oke, untuk bagian berita utama kita ambil ini dan
harus diperjelas dan yang lainya tidak perlu diubah semuanya dateline jam 5
oke, aku yakin kalian pasti bisa”
Semua orang yang berada diruang rapat berlari
terburu-buru untuk mengerjakan perintah dari mba dian. Sedangkan aku masih diam
dan memikirkan cerita apa yang akan aku buat yang harus kelar jam 5 sore ini.
Aku berfikir dan mengingat-ngingat adakah cerpen
yang aku buat waktu dulu yang sesuai dengan tema gothik kali ini. Akupun
menghubungi kikan untuk mengecek dirak buku aku dan alhasil nol besar tidak
ditemukan karya yang berbau gothik.
Sekarang jam 2 sore aku masih diam didepan komputer
dan tak tahu apa yang harus aku tulis. Aku mulai mencari bahan-bahan dari
internet. Tanpa disadari aku membuka blog Alif dan melihat koleksi fotonya
ternyata disana ada foto band alif yang tidak tahu kenapa menggunakan kostum
hitam hitam.
Aku mulai berfikir membuat cerpen tentang keajaiban
anak band. Selama 3 jam tulisan ku beres dan aku serahkan ke mba dian dan mba
dian pun membacanya.
“ kenapa begini, mana tulisanmu yang bagus tentang
cinta? Kok jadi begini ini picisan , ini seperti bukan kamu yang nulis beda
dari biasanya. Pokoknya 1 jam ini kamu cari lagi cerpen yang berbagi gothik
bukan fantasi oke”
Mendengar perkataan mba dian rasanya aku ingin
sekali berhenti bekerja disini. Tetapi aku mulai berfikir kembali. Begitu
sulitnya mendapatkan posisi editor selama ini apalagi diusia muda seperti ini.
Aku duduk dan pasrah. Handphone berbunyi
RACHEL, AKU BARU INGET KEMAREN SI AGUNG PUNYA NASKAH
15 HALAMAN CERITANYA TENTANG GOTHIC GITU AKU COBAN HUBUNGI DIA KATANYA JAM
SETENGAH LIMA INI DIA BARU BISA NGIRIM KE EMAIL KAMU. SO, TUNGGUI AJA YA
SEMANGAT J
Aku bahagia mendapat kabar baik dari kikan. Aku
sesegera membuka email dan membukanya. Ternyata naskah yang dibuat agung lah
yang diharapkan ba dian dan akhirnya tugasku membuat cerpen atau lebih tepatnya
mencari cerpen beres. Aku berterima kasih sekali sama kikan karena berkat
bantuannya tugasku di edisi minggu ini terselesaikan.
Akhirnya majalah Top Magazine terbit tepat pada
waktunya. Walaupun berbeda dengan yang diharapkan tetapi bagiku inilah edisi
yang bener benar diharapkan oleh para pembaca. Selain rubriknya yang lain dari
bisanya packaging dari majalah ini juga berbeda dari majalah lainya.
****
Keesokan harinya
Dengan badan lelah. Aku berusaha untuk bangkit dan
kuliah seperti biasa. Tanpa disadari kikan dibelakangku
“gimana hel kemarin naskahnya lancar”
“alhamdulilah sesuai dengan apa yang diharapkan. Bilang
sama agung terima kasih ya honornya siang ini cair”
“oke. Oh iya hel kamu tahu ga kenapa sigilang malem
minggu itu tersesat”
“ ah paling modus seperti cowo lain”
“ya itu bener tahu, ia sengaja bulak balik jalan
agar ia lebih lama dengan mu, lo tau juga kan jarak kopo sama cibiru ga
sejalur. Gilang itu suka sama lo, lo nya aja yang ga sadar “
“ iya gue tahu ko dari awal, tapi gue ga merespon
tahu sendiri kan gue orangnya gimana”
“ bener ya kata orang kalo sesuatu yang mudah
didapatkan akan mudah dilupakan, apabila sesuatu itu susah didapatkan akan
susah juga dilupakan”
“ maksud lo gilang mudah dan alif susah gitu awas ya
lo kikannnnnnnnnnnnnn”
Kikan pun berlari dan aku mengejarnya.
***
Mencintaimu
bagiku merupakan sebuah rahasia
Rahasia
yang tidak boleh orang tahu
Hanya
kita yang tahu
Bukan
hal yang mudah mengungkapkan isi hati
Gundah
gulana sering menghampiri
Andaikan
aku seorang ksatria
Bukan
seorang sang putri
Aku
sudah datang menghampiri
Indah
memang
Bila
cinta ini terungkap
bersambung
apakah kamu sang putri? #penulis
BalasHapus