Sabtu, 02 Maret 2013

CINTA PADA SEBUAH PART 1

CINTA PADA SEBUAH


Cinta tak terbalas, Segenggam malu kini kurasa cintaku tak terbalas , meskipun tak terbalas bagiku cinta akan menemukan jalan sendiri dan akan menemukan jalan keluar. Cinta yang terkunci didalam lubuk hati mungkin tidak bisa menemukan jalan keluar, meskipun aku orang yang memulai tanpa mengetahui sesuatu , jika suatu hari dia meninggalkan pandanganku, inilah cinta yang akan berakhir sia-sia yang pernah memiliki tujuan, tidak pernah bahkan memiliki kesempatan untuk tunas menjadi bunga mekar. Cinta yang tak pernah bisa berubah seperti benih yang tak terlupakan itu merupakan cinta tak terbalas.( potongan kata kata park shin hye di drama korea Flower Boy next door episode 1)
Potongan sajak ini menurutku hampir sama persis dengan kehidupanku tetapi cintaku sebenernya bukan tak terbalas melainkan tak tersampaikan. Aku mengetahui sajak ini dari salah satu penulis rubrik resensi drama di majalah. Aku adalah Rachel mahasiswa magang yang bekerja di salah satu majalah terkemuka dikota Bandung bagian editor. Pekerjaan ku selain sibuk dengan dunia majalah aku juga sama seperti mahasiswa lainya bergelut dengan dunia mahasiswa yang begitu ribet.
Dandanan yang cuek dan tidak memperhatikan apa-apa menjadi cirri khas ku saat ini. Aku orangnya simple dan tidak ribet sama seperti kebanyakan cewe lainnya. Pernah suatu ketika aku dibelikan satu set perlatan kecantikan oleh ibuku yang hanya aku pake satu kali. Itu pun terpaksa karena aku menghagai ibuku. Tentunya hal itu tidak membuat aku nyaman dan sesegera menghapusnya ketika ibuku tidak ada.
Aku selalu dinasehati oleh ibuku karena sudah hampir 6 semester aku kuliah dan danan aku seperti itu itu saja dengan mengunakan tas gendong dan tanpa meke up. berbeda dengan cewe lain yang begitu angun dan menor. Ibuku pernah marah ketika ia melihat lipgloss aku yang masih tetep awet.
“ aduh Rachel Rachel, lihat lipgloss ini masih saja awet padahal ibu beli ini sudah hampir 1 tahun lamanya padahal rencananya ibu mau beliin lagi yang baru buat mu hari ini. Ibu pusing harus berbuat apa”  kata ibu ku geram
Mendengar hal itu aku hanya diam saja dan membalas kata-kata ibu tadi dengan senyuman. Ibuku orangnya cerewet kalau soal penampilan apalagi soal kecantikan apalagi kalau soal kebersihan dia paling juara. Hampir setiap bulan ia selalu mengingatkan ku untuk membeli peralatan kecantikan mulai dari sabun cuci , sabun muka, bedak dan lain sebagainya. Bahkan aku selalu dikirim barang barang tersebut karena ibuku tahu walaupun suka diingatkan aku jarang membelinya.Bukannya jorok tetapi aku tidak suka dengan hal hal itu dan aku suka dengan wajahku tanpa balutan apapun.
****
Aku mencintai seseorang dan memendam perasaan selama 4 tahun. Kelihatan bodoh memang tetapi aku tipikal cewe yang cuek dan paling ga suka kegatelan sama cowo lain. Aku mengenal alif dari Dita sejak SMA dia teman lesan aku di Bogor. Meski tak pernah sesekolah bahkan tidak begitu mengenalnya apalagi dekat dengannya tetapi perasaan ini datang tiba-tiba pada dirinya.
Begitu banyak saingan yang aku dapatkan ketika aku mencintainya. Alif memiliki banyak fans karena dia merupakan salah satu basis band disekolahnya. Selain dandanan yang cuek dan gaya cool yang mengikat sifat ramah tamahnya lah yang membuat dia banyak penggemar.
Aku mencintai alif tanpa sepengetahuannya. Aku tidak pernah mengungkapkan kata cinta bahkan sayang kepada dirinya selama 4 tahun ini. Hal terbodoh yang pernah aku lakukan ketika aku mengirimkan foto masa masa SMP dia dengan bandnya lewat twitter. Aku menyimpan foto itu sejak SMP bahkan mencetaknya berulang ulang dan bahkan fotonya disimpan didompetku saking aku mencintai dia.
“ Ini foto lo kan @alifhadi “ mention aku ke alif
Tidak lama aku menulis itu, alif pun membalas
“ iya lo ko tahu, foto ini zaman dulu banget gue aja ga punya”
Seketika aku terdiam dan tidak tahu mau membalas apalagi.
“ ini zaman SMP waktu perpisahan” balas aku
Alif tidak membalas lagi mentionnya tidak tahu kenapa tetapi aku bahagia karena jikalau dia membalas aku tak tahu akan membalasnya apalagi. Sejak kejadian ini aku tidak pernah lagi membuka twitternya dan mengunfollownya. karena jikalau aku tidak meunfollownya mungkin aku akan semakin tersiksa dengan melihat terus updatetannya tiap hari apalagi kalau dia sedang asyik dengan pacarnya yang cantik.
Salah satu orang yang mengetahui tentang perasaan aku ini adalah Dita. Selain dia merupakan sahabat karibku dia juga orang yang paling mengerti aku. Dia selalu memberikan masukan masukan yang amat membangun diriku dan membuat aku nyaman.
Sangat bohong sekali jikalau aku tidak pernah mencintai pria lain selain alif. Pernah selama kelas 2 SMA aku mencintai pria di sekolah aku. Sampai suatu ketia cowo itu nembak tetapi seketika aku menolaknya. Kelihatan bodoh memang kenapa aku menolak cowo yang aku sukai kemudian pada saat dia mau menjadi pacar aku, aku malah menolaknya.
Tentu saja hal ini membuat Dita shock dan bertanya-tanya kenapa dia menolak pria yang dia cintai. Aku menjelaskan pada dirinya .
“ aku memang mencintai dirinya bukan berarti aku membuka hati kepada dirinya. Hati aku hanya milik alif dan tidak bisa berubah”
Dita terdiam lalu mengatakan
“ ini adalah hal yang menurutku sesuatu hal yang paling bodoh aku temui, tetapi jika kamu nyaman dengan perasaan itu apa boleh buat. Kayaknya aku harus bener bener ngomong sama alif tentang perasaan kamu “ sembari geleng-geleng kepala.
“ jangan mengatakan apapun kepada alif, lihat posisi dia. Dia telah memiliki pacar. Biarlah suatu saat nanti aku yang akan mengatakan perasaan ini padanya”
Ditapun tidak mengatakan apaapa dan tak tahu harus berkata apa dengan pendirian ku yang seperti ini.
****
 Pernah suatu ketika aku mengikuti SNMPTN di kota ku. Disaat orang lain mengharapkan soal-soal SNMPTN dapat dijawab mereka dengan mudah aku malah mengharapkan semoga saja alif  tidak sekelas dengan aku. Tetapi yang diatas berkata lain.
Ternyata alif sekelas dengan ku. Dia duduk didepan dan aku dibelakang dan sempat canggung bahkan salah tingkah. Begitu bodohnya diriku saat itu dan tidak tahu apa yang direncanakan tuhan sejak itu.
Setelah pengisian soal-soal SNPTN aku pun diam dan menunggu alif keluar terlebih dahulu. Waktu pun habis ia keluar dan akupun keluar dan sesegera menghampiuri Dita dan menceritakan soal kejadian barusan diruangan kelas.
Ketika aku sedang asyik mengobrol dengan Dita. Terlihat sesok pria bergerombolan menghampiri. Ya , itu Alif dengan teman-teman bandnya tanpa aku dan Dita ketahui dia ternyata menghampiri kami berdua.
“ eh dita kamu ikutan SNMPTN juga ? , kalo ga salah kamu Rachel kan“ Tanya alif sembari menujuk melihat kearah aku
Saat alif mengatakan begitu seketika aku mati kutu dan tidak tahu harus mengatakan apa yang pasti aku bahagia ternyata dia masih mengenal diriku.
Tidak tahu kebetulan atau ada rahasia yang diberikan oleh yang diatas yang dilakukan Nya kepada aku saat SNMPTN itu. Tetapi saat itu juga kebahagian aku muncul lagi cinta yang selama aku harapkan kini muncul lagi. Apalagi saat dengar ia masih memakai nomor handphonenya yang dulu aku sampai girang dan ketawa ketiwi sendiri dikamar.
Haripun berlalu, dan saatnya pengumunan SNMPTN orang orang mulai merasa gelisah pada saat itu tergambar saat menunggu namanya terlihat dipapan pengumuman itu. Aku dan Dita menyelundup memasuki kerumunan itu dan tiba-tiba pada saat kami mulai mendekat papan pengumuman itu kami menabrak orang. Orang itu ternyata Alif lagi dan aku mulai salah tingkah lagi.
“ Aaa Alif “ kataku gugup
“eh Rachel, aku ga masuk eung  kamu gimana hasilnya “ Tanya Alif sembari kecewa melihat dipapan pengumuman tidak ada namanya.
“belum liat, ini makanya nyelundup masuk “ kata ku grogi
Aku mulai mencari nama aku dan Dita dipapan pengumuman. Dengan porsi tinggi badan yang begitu kecil aku berjinjit mulai mencari nama dipapan pengumuman itu dan hasilnya nol besar aku dan Dita sama-sama tidak masuk ke dalam perguruan tinggi yang kami mau. Aku sesegera keluar dan ternyata disana masih ada Alif. Alif menghampiri aku dan Dita.
“gimana lulus? “ tanya Alif
“ engga masuk paling aku mencoba test tulis lagi ntar diperguruan lain kalau kamu gimana lif ? “ jawab Dita
Aku malah diam dan seperti biasa mati gaya
“ga tahu mau kemana masih nyari perguruan yang pas buat aku, oh iya hampir lupa sekarang aku sudah pindah rumah di jakarta karena tugas ayahku dipindah ke jakarta kalo ntar ada kumpulan anak-anak les kasih tahu ya yang lain hhe” arif tertawa dengan manis
“oh iya sip pasti akan aku kabari ya”
Disaat kami bertiga mengobrol. Cewe cantik tinggi berambut panjang datang menghampiri kehadapan kami.
“lif ayo pulang” ujar cewe itu
“bentar kenalin dulu ini temen lesan aku. Yang ini Dita yang ini Rachel”
“oliv salam kenal”
“ aku pergi duluan ya, jangan lupa salam aku kepada anak anak lesan oke”
Alif pun pergi meninggalkan kami. Aku tahu dilihat dari penampilanya oliv itu adalah temen dekatnya alif lebih tepatnya pacarnya. Tidak heran alif selalu mendapatkan cewe yang setara dengan nya bukan karena dia pemilih tetapi yang aku ketahui hampir semua pacarnya selalu begitu.
Aku terdiam seketika
“ tuh kan lihat, jika kamu tidak sedikitpun memberi sinyal kepada alif bahwa kau menyukainya lihat alif sudah mengandeng cewe barunya lagi. Gue bilang begini karena sakit melihat teman seperti ini sedangkan aku tidak boleh melakukan hal lain selain diam melihat kamu begitu dihadapan alif”. Dita menangis
“iya gue tahu sikap gue salah ta saat ini, tapi apa daya aku tidak bisa melakukan hal ini selain diam bungkam dan aku nyaman seperti ini kamu tidak perlu sakit seperti ini hanya aku yang boleh merasakan ini”
Dita pun pergi menginggalkan aku sendiri.
Hal yang paling membuat aku sakit bukanlah dia mengandeng oliv atau cew manapun dihadapan aku melainkan karena ia pindah rumah. Hal ini membuat jarak kita semakin jauh apalagi untuk membuat dia tahu perasaan aku aku cinta dia.
****
Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua taakan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada direlungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau taakan terganti
( lirik lagu Marchel Taakan terganti )
Hampir 2 minggu aku hilang contact dengan Dita sejak kejadian waktu itu. Aku bingung, aku sudah mencoba menghubungi Dita tetapi dia tidak menjawab ataupun membalas sms aku.
***
Kini saatnya test tulis, aku memilih Bandung untuk perguruan tinggi tidak tahu kenapa padahal rumah ku lebih dekat ke Jakarta. Sempat tidak diberi ijin oleh orang tua untuk kuliah dibandung tetapi karena aku membujuk mereka sehingga aku dapat ijin untuk kuliah di Bandung meski tidak tahu apakah aku diterima di perguruan ini atau tidak.
Aku memasuki ruangan test tulis ini dengan tidak sengaja aku bertemu dengan Dita. Aku tersenyum kepadanya dan menghampirinya. Sebelum pengawas masuk aku dan dita ngobrol di toilet. Saling menjelaskan hal hal tidak enak yang kami jalani selama 2 minggu ini.Aku menangis dan Dita juga sama menangis kami berpelukan dan saling memafkan.
Kamipun kembali keruangan kelas untuk test tulis ini. Selama 160 menit kami menjawab soal soal yang tak tahu kami harus jawab apa. Setelah selesai kamipun keluar bersama. Tertawa melihat keadaan sekitar seakan akan tidak terjadi apa-apa selama 2 minggu ini.
Aku melihat-lihat sekitar. Mataku tertuju pada sesosok pria dengan motor merah yang gede itu dari kejauhan. Tanpa sengaja aku dan Dita mulai mendekati cowo tersebut karena letak pintu keluar universitas ini dan cowo tersebut tidak begitu jauh.
“ Dita itu Alif kan” Tanya ku spontan
“iya benar tak salah lagi dia Alif, ayo kita kesana “
“ ayo kita pulang, aku ga mau menghampiri dia ayoo” aku tergesa-gesa sembari menghentikan angkot.
Dita yang semangat saat itu seketika diam melihat sifat aku barusan. Dia tidak membahas kejadian tadi.
“ dari sekian banyak universitas kenapa ya aku harus ketemu dia disana apalagi dibandung. Padahal dia bilangkan dit dia pindah ke Jakarta ? , kenapa dia ga kuliah disana saja kenapa memilih Bandung” tanyaku ke dita
“mungkin bisa jadi takdir atau dia benar benar belahan jiwa kamu,  tidak mungkin kan kejadian bertemu dengan sengaja itu adalah kebetulan ? apalagi ini adalah kali ke 3 yah kalian bertemu ?”
“ ngawur lo dit , emang bertemu 3 kali bisa disebut dengan belahan jiwa, kamu aja bertemu doddy hampir tiap hari secara kebetulan buktinya lo ga jadian-jadian”
“mulai mulai mengalihkan pembicaraaan, ya sudah deh kalo ga percaya”
****
Sudah 1 bulan lamanya hari-hari yang kami tunggu telah tiba. Hari ini adalah pengumuman kelulusan mahasiswa baru. Aku dan Dita tidak masuk kedalam perguruan favorit itu. Dita mulai iseng mencari nama Alif di web universitas tersebut apakah dia masuk atau tidak ke universitas tersebut. Setelah ia memasukan nama lengkap alif di keyword tak lama kemudian alif pun tidak muncul didalam nama mahasiswa baru tersebut. Alhasil akupun kecewa karena tidak salah satupun dari 3 nama kami muncul di dalam daftar mahasiswa baru perguruan itu.
Aku mulai bingung mau kemana lagi melanjutkan kuliah ini. Akan tetapi, berkat bantuan teman papa aku aku disuruh kuliah di universitas islam negeri dibandung dan mengambil jurusan sastra dan diterima. Sedangkan dita memutuskan untuk kuliah di Jakarta dengan mengambil jurusan keperawatan. Agak berat memang kami berpisah tetapi karena jalan hidup kita berbeda apalah daya manusia hanya mengambil konsekuensi dari pilihanya.Walaupun kami sudah tidak satu perguruan tinggi kami selalu bertemu jikala musin liburan tiba.
Aku menemukan teman baru namanya kikan. Dia gendut anak Jakarta dan adit salah satu teman komunitas aku di kampus universitas islam ini. Aku berdua sekamar dengana kikan karena kikan pada saat itu belum mengambil barang-barangnya yang dijakarta. Aku dekat dengan dita walaupun kami berbeda jurusan.
Aku bertemu kikan pada saat daftar ulang di universitas ini. Tanpa sengaja pertemuan pertama kami ini menghantarkan kami pada pertemanan. Aku dekat dengan temannya kikan kikan punsebaliknya dekat dengan teman-teman aku di kampus. Karena teman kikan selalu main ke kosan kita dan temanku pun sama akhirnya kita saling mengenal teman satu sama lain.
            Setelah hampir 1 semester kami sekamar akhirnya kami memutuskan untuk pisah kamar. Bukan karena kami bertengkar, melainkan karena kamar kami sempit jikalau teman kikan dan teman aku main secara bersamaan di kosan.
            Kikan telah mempunyai seorang pacar namanya reza. Ia adalah kakak kelasnya. Selalu ada kejadian yang unik jikalau mereka berdua bertengkar. Aku selalu menjadi penengah dari mereka. Sifat kikan yang kekanak-kanakan begitu pula sifat kak reza yang sama yang selalu menjadi permasalahan.
            Pernah suatu ketika terjadi pertengkaran hebat antara kikan dan reza. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku saat itu langsung keluar dan berharap mereka baikan. Pada saat aku mau keluar ditariknya tangan aku oleh reza dan diminta untuk member penjelasan kepada kikan untuk masalahnya pada saat itu. Aku tidak mau tidak akhirnya menjelaskan untuk membuat mereka baikan. Dengan berbicara panjang lebar akhirnya mereka baikan.
            Tidak sedikit kejadian yang mungkin menurut aku tidak seberapa menjadi masalah bagi mereka berdua. Misalnya saja masalah reza dekat sama temen cewe dikelasnya. Kikan selalu marah akan tetapi apabila ia dekat dengan cowo lain reza tidak marah padanya.
            Pernah kikan tidak membukakan pintu kamar kostannya karena reza telat beberapa jam untuk makan siang karena ada kumpulan kelompok KKM dan reza lupa mengabari kikan. Setelah 30 menitan kikan tidak membukakan pintu, reza langsung kekamarku seperti biasa meminta bantuan ku untuk ke kamar kikan. Meskipun aku tidak mau karena takut mencampuri urusan mereka aku terpaksa kekamar kikan karena tidak enak melihar reza memelas minta pertolonganku.
Akupun kekamar kikan dan mengetuk pintunya tidak lama intan berteriak ada apa kepadaku. Dan aku menjawab mau mengambil flashdisk karena kebetulan pas semalam ia minjem flashdisk kepadaku. Kikan pun keluar saat ia keluar reza menerobos masuk dan aku kembali pergi tanpa flashdisk ku. Terlihat reza dan kikan saling mendorong pintu kosannya yang menurutku kekanak-kanakan.
***
Aku tidak pernah pacaran sekalipun dalam hidupku. Meskipun aku cewek. Ejekan bahkan candaan dari teman teman kuliah selalu saja datang padaku tetapi aku cuek saja dan menghiraukannya. Seketika pernah suatu hari aku marah pada kikan karena candaannya yang begitu menyebalkan. Bayangkan saja disalah satu café yang begitu ramai banyak orang dia bilang “ payah lu hel, tampang dan penampilan begitu sesempurna tetapi ga punya pacar lihat dong gue banyak simpenan dimana-mana benerkan dit ” kata kikan teriak
Seketika aku melawan perkataan kikan “ bukan gue ga laku, gue sering kok nolak cowo bukannya pamernya, sorry ajah kalo misalkan gue pacaran kaya lo buat apa buang buang waktu” jawab aku sinis.
Kikan seketika diam dan langsung menjawab perkataaan aku tadi “ iya elu sih hel ga bisa move on dari cowo itu coba lo buka hati ke cowo lain masih banyak hal yang indah didunia ini selain alif”
“memangnya elu kan , membuka hati bagi aku bukan perkara yang mudah tidak semudah membalikan telapak tangan, ya udah sekarang jangan bahas gue jomblo jomblo masih banyak masalah lain ko kan tuh urusin cowo lu si reza jangan hubungi gue terus kalo ada masalah dengan gue”
“udah udah gue paling benci kalo kalian sudah berdebat masalah ini, kita seharusnya hafe fun disini bukan untuk debat oke” potong adit.
Wajahku seketika cemberut dan marah kepada kikan, kikan kemudian meminta maaf dan akupun memaafkanya.
****
Hari ini hari sabtu, kuliah libur seperti biasanya. Aku kebetulan tidak pergi ke rumah untuk minggu ini karena malas. Saat aku membaca novel tiba-tiba handphone ku berbunyi ada pesan dari kikan. Mengajakku untuk ikut seminar VOA. Dengan tidak panjang lebar akhirnya aku menerima ajakan kikan walaupun aku tahu resikonya nanti kalau tidak dijodoh jodohkan pasti anak sastranya aku seorang hal itu sudah biasa terjadi.
Setelah mandi dan berpakaian rapi aku bertemu dengan kikan ditempat yang ia janjikan. Terlihat wajah wajah yang tidak asing lagi disana. Mereka teman-teman kikan yang siap berangkat menuju tempat seminar itu.
Pada saat mau berangkat mereka mendata terlebih dahulu ada berapa orang dan ada berapa kendaraan pribadi/motor yang ada. Dan hasilnya 5 orang tidak ada kendaraan yang mengharuskannya naik angkutan umum. Tadinya aku mau naik angkutan umum karena takut merepotkan kikan. Tetapi karena kikan memaksa akhirnya aku naik motor dengan helm yang dipinjamkan temennya kikan.
Aku dibonceng gilang. Kikan dibonceng reza dan 2 teman lainya kikan berboncengan. Pada saat perjalanan hujan melanda. Tentunya, kami istirahat sejenak dan berharap hujan reda. Kami berhenti disalah satu warung kaki lima dan meneduh. Disaat kami berhenti gilang terlihat membeli sesuatu untuk dimakan. Kemudian kikan berkata.
“beliin Rachel juga dong, dia belum makan tuh dari tadi”
“ Rachel mau” Tanya gilang
“ga usah gapaa’ jawabku sinis
Tidak tahu maksud apa yang dilakukan kikan kepada gilang untuk memberikan makanan kepada ku yang pasti saat ini aku mulai tidak enak dengan perlakuan dia lagi.
Setelah hujan agak reda kamipun kembali melanjutkan perjalanan. Pada saat mulai menaiki motor gilang menawarkn jaketnya kepadaku
“ hel mau pake jaket”
“ga usah lang, aku tidak dingin kok “ jawab aku.
“ya udah deh gapapa” gilang sedikit kecewa karena aku menolaknya.
Aku menolaknya bukan karena apa-apa karena aku takut dia kedinginan dan jadi sakit dan aku pada saat itu telah memakai baju panjang dan memang aku tidak merasa kedinginan. Perjalananpun kembali dilanjutkan. Ditengah tengah perjalanan gilang berkata sesuatu yang aku dengar dan tanpa kesalahan dia mengatakan “ tolong resletingkan jaketku” karena tidak begitu kedengaran aku memajukan kepalaku ke pinggir kepalanya dan kembali bertanya “ apa lang?”
Gilang kembali mengatakan “ tolong resletingkan jaketku”
Aku mulai berfikir dan tak tahu harus berbuat apa.
“susah lang, udah berhenti saja dulu ga bakalan ketinggalam kok” kataku ngeles tanpa mencoba meresletingkan jaketnya karena kalau misalkan aku meresletingkan jaketnya aku malu sama orang banyak ditempat terbuka kaya gini.
Gilangpun berhenti dan menyeletingkan jaketnya. Seketika dia kelihatan badmood dan aku jujur merasa canggung dan tak tahu harus berbuat apa. Aku mulai berfikir kenapa aku tidak ikut naik angkutan umum atau diam saja dikostan dan berharap hari ini cepat berlalu dan tak ada yang harus aku kenang.
Seusai beres seminar kamipun pergi. Pada saat melihat gazibu terlihat ada sesuatu acara disana yang begitu ramai. Diperempatan jalan gazibu kikan menyuruh kita berhenti untuk melihat acara tersebut. Kamipun berhenti dan berkumpul sejenak di gazibu.
“sebenarnya aku kurang suka dengan tempat yang banyak orang kaya gini “ ujar gilang
“ aku juga sama “ jawabku tak tahu harus jawab apa cangung
“ mending kita pulang aja duluan gimana? Biar alu yang ngomong sama mereka”
“ya sudah gapapa kok ayo aja”
Tak lama setelah itu gilang menghampiri kikan dan teman temanya dan kamipun ijin pulang duluan.
“ jagain rachel ya lang ingat jangan diaapa apain” ujar kikan
“ oke tenang rachel akan baik baik saja ditangan sang jagoan” jawab gilang
“ duluan ya ketemu dikosan ya kan “
Kami berdua meninggalkan mereka. Disaat perjalanan gilang menemukan toko buku dan kami berhenti karena dia ingin mencari buku. Aku tidak bisa apa apa apalagi menolak karena pada saat itu aku yang dibonceng yang telah merepotkannya yang hanya bisa mematuhi perkataanya.
Disaat ditoko buku kejadian yang memalukan datang kembali. Aku sedang asyik melihat-lihat buku buku sastra di tempat sastra dan gilang tak tahu kemana. Disaat aku pindah ke rak novel gilang menghampiri dan aku bertanya
“ sudah ketemu bukunya ?”
“belum ini masih dicari oleh petugasnya, kamu sedang nyari buku apa ?”
“ engga kok cuman baca baca aja dulu kalo ada yang seru baru beli hee”
Karena aku gugup akupun pindah ke rak komik untuk menghindari gilang dan tanpa aku ketahui gilangpun sama mengikutiku.
“kenapa ni orang mengikuti ku terus sih” ujarku didalam hari
“ ya tuhan ayolah cepatlah hari ini berlalu “
Setelah hampir 30 menitan menghabiskan waktu di toko buku dan gilang menemukan bukunya. Akhirnya kamipun pergi rencananya pergi langsung kekosan tetapi diperjalanan kelihatannya belokan yang kami lewati tetap itu itu saja dan melewati tunas kelapa lambang pramuka.  Kami tersesat, tidak tahu tersesat beneran atau tersesat direncanakan yang pasti karena hal ini aku jengkel sekali.
Kamipun memilih jalan lain dan sampai di flyover. Tiba-tiba motor berhenti aku terkejut takut ada sesuatu.
“kenapa lang ?”
“tidak apa-apa, aku boleh ngomong gak?”
Seketika aku diam dan mengharapkan yang tidak-tidak , membayangkan dia akan memohon dan mengatakan cintanya padaku.
“sebenarnya aku paling suka lo berfoto di flyover, selain anglenya bagus ada nilai jual yang bagus kalo difoto disini”
“hah syukurlah dia tidak mengatakan apa yang aku harapkan( didalam hati) , ohh begitu “
Gilang membuka tasnya dan mengambil kamera digitalnya.
“ sini biar aku yang fotoin” kataku memelas dengan cangung dan berharap segera berakhir
“ ga usah kamu diem saja dibelakang kita berfoto berdua”
Dengan hati kesal karena keadaanku yang pada saat itu kucel dan bukan aku banget harus difoto di flyover dengan dirinya. Tetapi tuhan berkata lain. Disaat ia mulai mengambil gambar dengan tangan diatas dan kami duduk berdua dimotor kamera digital itupun mati.
“ yiah ga jadi deh difotonya, batrennya habis karena td dipake foto-foto di seminar. Hilang sudah kesempatan ku berpose di flyover ” ujar gilang kecewa
Aku hanya diam dan dalam hati bersorak kegirangan. Kebayangkan kalo misalkan tadi kamera gilang masih nyala. Mungkin sampai saat aku dewasa nanti foto itu masih ada. Membayangkan muka kucel dan penampilan saat ini yang tidak aku banget. Yang pasti aku sangat bersyukur sekali atas kejadian tadi yang Tuhan berikan kepada saya.
Kamipun tiba dikostan dan saat dikosan ternyata teman teman kami yang diam digazibu juga tiba. Kami datang bersamaan. Tiba-tiba mereka menayakan dari mulai ngapain saja tadi dan mengapa pulangnya bisa berbarengan seperti ini. Saya tidak banyak bicara karena sudah kelelahan yang pasti pada saat itu gilang menjelaskan bahwa dia tersesat dan tidak menceritakan kejadian konyol tadi diflyover.
***
Pagi cerah hati gelisah, aku mulai memikirkan kembali wajah, prilaku alif yang selama ini puja. Ya aku sangat merindukan sosoknya. Tanpa sengaja aku membuka kembali media social yaitu twitter walaupun aku tidak memfollownya kembali aku seperti biasa stalking/kepoin dia. Sakit memang tetapi melihat dirinya bahagia akupun bahagia.
Noah hidup mati untukmu
Terdengar suara orang mengetuk pintu kamarku. Akupun membukanya, ternyata itu Syifa teman sekelasku
“pasti lagi stalking si mr itu ya” tanyanya
‘iya begitu deh fa, eh iya gue mau Tanya kopo sama cibiru sejalaur ga sih”
“ ya enggalah kopo kesono cibiru kesini ada apa emang”
“berarti aku kemaren ngerepotin orang yah, kirain kopo sama cibiru satu arah”
“ ciee yang lagi pedekate”
Akupun menceritakan panjang lebar kejadian yang aku alami kepada syifa dan syifapun tertawa cekikikan melihat aku mengalami kejadian yang paling konyol yang pernah aku jalani selama ini.
****
Seperti biasa setiap hari senin aku magang dimajalah Top magazine sebagai editor. hari ini aku begitu sibuk berbeda dengan biasanyanya. Dateline yang biasanya lancar kini ngaret. Mulai dari teks yang hilang, Wartawan yang sakit yang tidak bisa mengirim berita dan berita yang menurut aku basi dan juga berita yang tidak sesuai dengan edisi ini.
Aku harus bersikap layaknya profesional. Aku mulai berdiskusi sama editor editor lain agar edisi ini tidak ngaret. Perdebatan dimulai.
“pokoknya edisi ini harus terbit malam ini tidak boleh ngaret, saya malu sama konsumen dan para pengiklan” ujar mba dian gelisah
“kalian dibayar disini untuk bekerja bukan berleha-leha seperti ini” pa dion marah
“ saya akan melakukan sebaik-baiknya untuk edisi ini bapa dan ibu tenang saja pokoknya edisi ini terbit malam ini pasti” kata Pa dahlan meyakinkan
Setelah mereka berbicara panjang lebar. Bagian divisi divisi mengeluarkan keluh kesahnya tentang edisi yang dihadapi. Divisi satu tidak ada kesulitan begitupun dengan divisi lain sama tidak ada kesulitan. Tetapi divisi editor mengalami banyak kesulitan dari mulai masalah kurang nya komunikasi dan miss komunikasi antara divisin lain sehingga mengakibatkan edisi minggu ini jadi hancur seperti ini.
Semua orang diam. Dan memikirkan jalan keluar yang baik. Mba dian melihat hasil kerja selama seminggu ini.
“ Oke kita rombak abis edisi minggu ini. Masalah pengiklan dan sponsosr bia mba hadapi kalian kerjakan apa yang ada tanpa mengurangi isi dari edisi ini. Oke rachel denger-denger kamu kuliah jurusan sastra ya ? kamu bikin cerpen yang sesuai dengan tema edisi kali ini dengan nama pena orang lain dan cerpen ini kamu terbitin minggu depan, andi kamu pergi ke toko etude dan bawa model untuk kembali foto dateline jam 5 oke,  untuk bagian berita utama kita ambil ini dan harus diperjelas dan yang lainya tidak perlu diubah semuanya dateline jam 5 oke, aku yakin kalian pasti bisa”
Semua orang yang berada diruang rapat berlari terburu-buru untuk mengerjakan perintah dari mba dian. Sedangkan aku masih diam dan memikirkan cerita apa yang akan aku buat yang harus kelar jam 5 sore ini.
Aku berfikir dan mengingat-ngingat adakah cerpen yang aku buat waktu dulu yang sesuai dengan tema gothik kali ini. Akupun menghubungi kikan untuk mengecek dirak buku aku dan alhasil nol besar tidak ditemukan karya yang berbau gothik.
Sekarang jam 2 sore aku masih diam didepan komputer dan tak tahu apa yang harus aku tulis. Aku mulai mencari bahan-bahan dari internet. Tanpa disadari aku membuka blog Alif dan melihat koleksi fotonya ternyata disana ada foto band alif yang tidak tahu kenapa menggunakan kostum hitam hitam.
Aku mulai berfikir membuat cerpen tentang keajaiban anak band. Selama 3 jam tulisan ku beres dan aku serahkan ke mba dian dan mba dian pun membacanya.
“ kenapa begini, mana tulisanmu yang bagus tentang cinta? Kok jadi begini ini picisan , ini seperti bukan kamu yang nulis beda dari biasanya. Pokoknya 1 jam ini kamu cari lagi cerpen yang berbagi gothik bukan fantasi oke”
Mendengar perkataan mba dian rasanya aku ingin sekali berhenti bekerja disini. Tetapi aku mulai berfikir kembali. Begitu sulitnya mendapatkan posisi editor selama ini apalagi diusia muda seperti ini.
Aku duduk dan pasrah. Handphone berbunyi
RACHEL, AKU BARU INGET KEMAREN SI AGUNG PUNYA NASKAH 15 HALAMAN CERITANYA TENTANG GOTHIC GITU AKU COBAN HUBUNGI DIA KATANYA JAM SETENGAH LIMA INI DIA BARU BISA NGIRIM KE EMAIL KAMU. SO, TUNGGUI AJA YA SEMANGAT J
Aku bahagia mendapat kabar baik dari kikan. Aku sesegera membuka email dan membukanya. Ternyata naskah yang dibuat agung lah yang diharapkan ba dian dan akhirnya tugasku membuat cerpen atau lebih tepatnya mencari cerpen beres. Aku berterima kasih sekali sama kikan karena berkat bantuannya tugasku di edisi minggu ini terselesaikan.
Akhirnya majalah Top Magazine terbit tepat pada waktunya. Walaupun berbeda dengan yang diharapkan tetapi bagiku inilah edisi yang bener benar diharapkan oleh para pembaca. Selain rubriknya yang lain dari bisanya packaging dari majalah ini juga berbeda dari majalah lainya.
****
Keesokan harinya
Dengan badan lelah. Aku berusaha untuk bangkit dan kuliah seperti biasa. Tanpa disadari kikan dibelakangku
“gimana hel kemarin naskahnya lancar”
“alhamdulilah sesuai dengan apa yang diharapkan. Bilang sama agung terima kasih ya honornya siang ini cair”
“oke. Oh iya hel kamu tahu ga kenapa sigilang malem minggu itu tersesat”
“ ah paling modus seperti cowo lain”
“ya itu bener tahu, ia sengaja bulak balik jalan agar ia lebih lama dengan mu, lo tau juga kan jarak kopo sama cibiru ga sejalur. Gilang itu suka sama lo, lo nya aja yang ga sadar “
“ iya gue tahu ko dari awal, tapi gue ga merespon tahu sendiri kan gue orangnya gimana”
“ bener ya kata orang kalo sesuatu yang mudah didapatkan akan mudah dilupakan, apabila sesuatu itu susah didapatkan akan susah juga dilupakan”
“ maksud lo gilang mudah dan alif susah gitu awas ya lo kikannnnnnnnnnnnnn”
Kikan pun berlari dan aku mengejarnya.
***
Mencintaimu bagiku merupakan sebuah rahasia
Rahasia yang tidak boleh orang tahu
Hanya kita yang tahu
Bukan hal yang mudah mengungkapkan isi hati
Gundah gulana sering menghampiri
Andaikan aku seorang ksatria
Bukan seorang sang putri
Aku sudah datang menghampiri
Indah memang
Bila cinta ini terungkap



 bersambung

1 komentar: